Genangan Air


by Darminto M Sudarmo


SORE ini, merupakan penerbangan Dody yang kesembilan ratus dua puluh lima. Ia tetap menggunakan pesawat dari perusahaan penerbangan yang sama. Melintas di atas ketinggian 75.000 kaki dari Jakarta - Yogyakarta, atau sebaliknya. Di dua kota itu ia memimpin beberapa perusahaan. Dalam seminggu tak kurang dari empat kali penerbangan. Bulan Oktober, baginya merupakan bulan yang menyenangkan. Setidaknya cuaca saat itu tidak terlalu buruk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak Penyamun di Sarang Perawan


by Darminto M Sudarmo

Tengah malam gelap pekat! Nampak dua sosok bayangan hitam bergerak amat gesit. Yang satu berperawakan jangkung tegap, satunya lagi jangkung membungkuk. Bayangan-bayangan itu mengendap bagai dua ekor kucing mengincar tikus. Sesekali terdengar bisikan mereka. Pada kali yang lain terlihat gerak-gerak tangan mereka saling memberi isyarat. Setelah itu keaadaan semakin sepi menggigit.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Waktu


by Darminto M Sudarmo


Seperti ada yang mengajak aku berlomba, ketika aku duduk tidak mengerjakan apa-apa. Menopang dagu, melepas lamunan melintas dimensi tanpa tepi. Angin kubiarkan saja bertiup. Ombak kubiarkan saja bergolak. Dan sepi terus saja bertengger. Bukan hening, bukan eling, tapi kekosongan dan kesia-siaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ajur-ajer


by Darminto M Sudarmo


SAMBIL melintas waktu, aku hidup sebagai apa saja. Udara, zat, botol, air, kopi, uang, orang, kebo, peluru, bus, becak, atau bom sekalipun. Dimensiku tanpa tepi. Kecepatan berubahku bisa secepat mimpi dan kelambatan perubahanku bisa seajeg keabadian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Tersingkir


by Darminto M Sudarmo

DI kamar yang agak lembab dan sempit itu, terdengar batuk Pak Kasman melengking bertubi-tubi. Batuk yang melekat lengket di usianya yang lebih dari setengah abad. Usia tua yang kata orang seringkali akrab dengan berbagai macam penyakit.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Guru dan Murid


by Darminto M Sudarmo

SEBAGAI guru muda yang masih bujangan, saya merasa tak bisa membohongi diri. Saya telah tejerat benang asmara pada salah seorang siswi; murid saya sendiri. Anak itu cantik dan manis dengan rambut menggerai sebatas bahu. Kulitnya kuning dan halus dengan tinggi badan yang amat serasi. Dan lagi, sinar matanya itu! Sering saya lihat menerawang jauh seraya mengerutkan alis dan memancarkan gelombang perasaan yang sulit diterka. Saya sering menghela nafas jika mengingatnya dalam keadaan demikian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Guru


by Darminto M Sudarmo


            MENJELANG tahun ajaran baru!
            Seminggu ini, saya telah menerima lima orang tamu yang mempunyai maksud sereba aneh. Salah seorang yang bertamu sambil memperkenalkan diri dengan nama yang masih asing di telinga saya; berkata dengan suara renyah dan penuh keakraban.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tukang Cukur


by Darminto M Sudarmo

            DI sudut kota, dekat sekali dengan tumpukan sampah yang menggunung aku buka praktek. Letak yang kupilih, atau lebih tepat terpaksa kupilih, memencil. Hampir diabaikan orang. Tenggelam oleh raksasa gedung dan belantara teknologi. Meskipun demikian, aku merasa tak ada alasan untuk mengeluh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ciuman Maut Raden Antarja


by Darminto M Sudarmo

Senja itu udara diliputi mendung. Tak ada angin bertiup sepoi-sepoi basah. Yang ada desiran angin puyuh. Menerbangkan rumput kering menumbangkan ranting-ranting lapuk. Pada saat demikian, biasanya orang enggan ke luar rumah. Lebih enak tidur menekuk kaki memeluk guling. Atau tiduran berselimut bulu domba (jika punya). Tapi tidak demikian halnya dengan Raden Antarja, si putra Bima yang sulung ini. Dia baru saja lulus dari pendidikan militer yang maha dahsyat. Hasil gemblengan kakeknya sendiri Prof. Antaboga yang punya istana di bawah tanah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Iklan Duka Lara


by Darminto M Sudarmo

Di senja yang ramah itu saya menikmati kue dan teh manis di kebun samping rumah. Cuaca memang terasa nyaman, meski sebentar lagi malam siap membungkus dengan kegelapan. Saya duduk pada bangku malas yang telah saya rancang sedemikian santainya, sehingga membuat siapa saja yang duduk dapat lupa berdiri. Beberapa rimbunan bunga-bunga di kebun itu gemersik kala angin senja mengkili-kili dan menggoyang-goyangkan dedaunannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buruh Bangunan


by Darminto M Sudarmo

SEKARANG, tak ada lagi Bandung lautan api. Yang ada Bandung lautan kendaraan. Jika Anda pendatang baru, belum lengkap rasanya mengenang Bandung bila Anda belum pernah kesasar. Jalan-jalan di Bandung memang istimewa. Punya daya pikat luar biasa untuk membuat pendatang baru kesasar. Semakin sering orang kesasar, semakin indah rasanya melahap pesona kota ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Balada Si Anak Tunggal


by Darminto M Sudarmo

Demi Tuhan, izinkanlah aku bilang, bahwa akulah anak yang paling bahagia di dunia ini. Umurku baru delapan belas tahun. Tak punya kakak tak punya adik. Akulah si anak tunggal. Akulah yang menjadi raja di rumah orang tuaku. Mereka terlalu sayang padaku. Mereka terlalu cinta padaku. Karena aku anak tunggal. Karena aku anak yang punya tunggul satu-satunya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kalabendana Gim


by Darminto M Sudarmo

BUNYI bolduser yang dinaiki Ditya Kalabendana meraung-raung seperti teriakan orang kesurupan setan. Saat itu otak Kalabendana nyaris teler. Pelipisnya benjut kena pukulan Angkawijaya, sakitnya tak karuan. Sebentar-sebentar terasa nyut … nyut … nyut. Kontan saja kendaraan yang dinaiki sebentar oleng ke kanan, sebentar oleng ke kiri. Dan manakala dia sampai di daerah yang lapang, buldoser itu langsung berputar-putar membentuk lingkaran atau kadang angka delapan. Anehnya si Kala yang bendana ini kelihatan senyum-senyum sambil memperlihatkan baris-baris giginya yang yellow sweet.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Uang


by Darminto M Sudarmo

Senja yang kuning  itu Senjaya nampak memperlihatkan wajah yang lumayan cerahnya. Berkali-kali dia cengar-cengir sendiri. Lalu tengok kanan kiri. Lalu ketika diketahuinya tak seorangpun di sekitarnya, dia berjingkat mempercepat langkahnya. Ingin dia bisa sampai rumah secepat mungkin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diplomat Kresna Ngamuk


by Darminto M Sudarmo

Kurang lebih sekitar pukul tujuh pagi, persidangan tingkat tinggi di Wirata resmi dimulai. Hadir pada acara penting ini antara lain Prabu Matswapati, Prabu Kresna. Yudhistira (Prabu Puntadewa), Bima , Arjuna, Nakula dan Sadewa. Fokus permasalahan yang tengah digarap adalah sekitar pengingkaran janji dari Prabu Duryudana yang hingga kini kesediaannya untuk mengembalikan negeri Astina pada yang berhak, yakni Pandawa, belum juga dilaksanakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penipu Tertipu


by Darminto M Sudarmo
 
Pulang kuliah dua saudara kembar, Ditya Kalasrenggi dan Ditya Srenggisrana langsung menghadap ibunya dengan sikap uring-uringan. Tas dan buku yang mereka bawa, dilempar di sembarang tempat. Sepatu yang mereka pakai, terlebih dulu mereka benamkan ke dalam got lalu diinjak-injakkan ke kasur yang bersprei putih. Bajunya pun juga dirobek-robek menjadi serpihan-serpihan. Beberapa kaca jendela dan genting rumah juga mereka pecahkan, hingga menjadi puing-puing yang tak mengenakkan hati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Pelukis


by DarmintoM Sudarmo

Masih pagi sekali saya sudah siap di depan sebuah bangunan yang lumayan antiknya. Duduk menunggu pintu pagar dibuka oleh seorang pembantu. Di depan, saya tak bisa duduk dengan santai karena tak sebuah tembok pun yang terjangkau pantat saya. Di samping bentuk pagar yang cenderung bergaya Spanyolan, juga terangkai benda-benda yang bisa menyakiti manusia, jika orang nekat meletakkan pantatnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Woman Driver


by Darminto M Sudarmo

It was a stinking hot day, with the sun burning down relentlessly and dense clouds of dust whirling about, as everybody tried to fan away the choking pollution.

Srikandi kept her cool as she sat astride her motorbike. She was the only woman in the group, and she was also the only women who made her living driving an “ojek”. An “ojek” was a motorbike commonly used in Indonesia to transport passengers cheaply.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ani dan Rose


by Darminto M Sudarmo

Hardi mengetuk pintu berkali-kali. Sepi. Tak ada sahutan dari dalam. Ia menghela nafas berulang-ulang. Peluhnya masih berleleran di sekitar dahi. Denyut jantungnya juga berdetak tidak keruan. Aneh, pikirnya, malam Minggu begini kemana si Ani? Kemana orang tua Ani? Tapi lampu yang tak begitu terang tetap menyala dengan kelengangan rumah. Tergantung di ruang tamu sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Pemabuk

by Darminto M Sudarmo


“Hoah  ha….ha…..ha…..ha…..! Lengkaplah sudah hidupku! Minum….merenung…..membual…..mengejek…...menghibur diri! Hi….hi….hi….semua sudah aku jalani! Tinggal apa lagi…..? Hidupku sudah puas…..biar tanggal dua lima kiamat! Biar tanggal tiga belas kiamat……! Biar esok pagi kiamat! Aku sudah tak rugi! Nyem….nyem….nyem….nyem….!” Lelaki itu meremas leher Martini dengan mesra. Menciumnya dengan penuh gairah. Kemudian menimang-nimang penuh rasa kecintaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contact